Saturday, 14 May 2016

Belut


“panjang, licin, geli, tapi enak”


Kalau ngak salah namanya Telik, sebuah alat untuk menangkap belut yang terbuat dari bambu yang dianyam. Ukuranya sekitar 50 cm atau tak lebih dari 1 meter (saya tidak terlalu bisa mendeskripsikan dengan kata-kata mengenai bentuk telik, yang jelas ketika belut masuk kedalam telik, maka kemungkinan besar ia tak dapat keluar). Di keluarga kami, hanya Bapak yang bisa membuat Telik, saya sendiri tak bisa, mencoba membuat saja tak pernah, hanya saya pernah melihat Bapak membuatnya. Untuk membuatnya butuh ketlatenan. Bapak, biasa membuat sekitar 2-4 telik, tentu tidak dikerjakan dalam satu waktu. Telik yang sudah jadi dibawah ke sawah (ini kalau lagi musim tanam padi atau ketika air di sawah melimpah), telik-telik di sebar di berbagai sudut sawah di waktu sore atau malam hari  dan diambil ketika pagi hari. Oh ya, telik tersebut tentu harus sudah di pasang umpan (entah umpanya apa, saya tak tahu).

Tentu hasilnya, tak semua telik berisi belut yang terperangkap, terkadang kosong-melompong, tapi terkadang di satu telik terperangkap 3-5 belut. Belut-belut yang didapat bukan untuk dijual, tapi sekedar untuk dikonsumsi pribadi (keluarga kami).

Belut yang sudah dibersihkan, lalu dimasak untuk di jadikan lauk, lebih sering untuk lauk makan siang. Belut biasanya ditunu di dalam pawon, yang terkadang memang dibiarkan sampai terlihat gosong. Lalu disiapkan sambel terasi (cabe, garam dan terasi diulellk dengan tambahan sedikit air), belut yang sudah matang tinggal di penyet saja di sambel terasi. Nasi hangat, dengan lauk belut penyet sambel terasi, hmm rasanaya begitu nikmat.

Selain dengan telik, untuk mendapatkan belut bisa dilakukan dengan cara di setrum. Tentu bedanya, kalau dengan telik, belut biasanya masih dalam kondisi hidup kalau dengan cara setrum belut didapat dalam kondisi mati.

(goggle)

Licin-licin gitu belut enak loh :)

14 comments:

  1. ditambah proteinya tinggi, yummiiiii

    ReplyDelete
  2. Pas masuk perangkap belutnya teriak minta tolong engga?

    ReplyDelete
  3. inget lagi kecil kalau musim hujan suka berburu belut di sawah, pulangnya makan belut goreng

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. apalagi dapatnya banyak..

      Delete
  4. yg ketangkep belutnya besar gak,,.

    ReplyDelete
  5. jadi pengen makan belut nih :)

    ReplyDelete
  6. salah satu makanan faforit ane gan, hemm

    ReplyDelete